Rabu, 30 April 2008

Murah ya Murahan

Benar adanya tentang hukum ekonomi, you've got what you've pay. Hal ini berlaku juga untuk tarif bicara untuk telepon selular,baik itu GSM ataupun CDMA. Sebelum diberlakukannya
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 8 Tahun 2006 tentang tarif dasar Interkoneksi, para operator selular sudah berlomba-lomba 'menawarkan' tarif promo murah sesama operator yang seolah-olah juga murah ke operator yang berbeda.
(yang menurut saya memanfaatkan kelemahan umum orang Indonesia yakni malas membaca,dimana konsumen malas mencari dan membaca syarat dan ketentuan yang berlaku)

Sering sekali saya melihat suara pembaca yang memuat surat dari para customer operator selular yang merasa tertipu dengan program promo operator selular tersebut,bahkan teman saya sendiri ikut menjadi korban dari iklan tersebut. operator selular benar-benar hafal karakter orang Indonesia yang sangat gampang dibodohi oleh suatu iklan.

Setelah melihat beberapa iklan operator selular, Saya melihat ada kecenderungan para operator saling serang dan mengagung2kan produk mereka sebagai produk yang bagus dan murah!nah kenyataan yang ada sekarang ini bahwa anda mendapat apa yang anda bayar.
'loe bayar murah ya dapet bareng kualitas murah'

saya pun melihat perang tarif ini justru membuat pelayanan ke konsumen semakin memburuk! mulai dari dropped call yang sering terjadi, success call ratio yang menurun, bahkan untuk mengirim sms saja susahnya sangat keterlaluan!! iklannya si sampe puas,tapi baru 2 menit udah kelar!

jadi ya saran saya buat operator selular tanah air, jujurlah dalam berbisnis. ga usah tipu-tipu dalam beriklan,ga usah sikut2an antar operator.

jadi jangan kasih tarif murah tapi kualitas murahan!

Tidak ada komentar: