Kamis, 19 Maret 2009

Ketika Hak Warga Negara Diperkosa

Beberapa Hari yang lalu saya mengikuti acara talkshow yang diadakan oleh salah satu lembaga Public Relations di Jakarta. dalam acara itu dibahas peranan media dalam membentuk citra positif Indonesia di dunia internasional.

Sejujurnya saya kesana untuk mengikuti perkembangan kasus David Hartanto Wijaya. Pemuda sebaya saya yang meninggal secara tidak wajar dan (menurut saya) nama baiknya dicemarkan sangat cemar oleh media - media singapore!


Dalam acara tersebut hadir pihak keluarga David Hartanto Wijaya. Saya sangat tertarik dengan kelanjutan kasus David ini. dalam acara tersebut saya mendapat sekali fakta - fakta baru seputar kematian David.


Saya semakin yakin dengan adanya 'state conspiracy' untuk mencuci nama NTU setelah kejadian ini.


satu hal yang saya sayangkan adalah.....

Kemana Pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Luar Negeri????
Ketika ada peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa Warga Negaranya dengan cara yang tidak wajar!
(apalagi pahlawan Bangsa, David pernah mewakili Indonesia dalam Olimpiade Matematika di Mexico)

Pihak KBRI pun hanya berkomentar : kita tidak bisa ikut campur dengan proses yang sedang berlangsung. kita tunggu saja hasil visumnya!

Gilaaaaaaaaaaaaaa..... Begitu murah kah nyawa WARGA NEGARA INDONESIA di luar negeri sana??!!!!

Peristiwa Hilang nya nyawa WNI (terutama TKI) di luar negeri secara tidak wajar sudah terjadi beberapa kali, tetapi pemerintah tidak melakukan tindakan preventif agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi.


Dalam Hal ini saya juga menyayangkan Media-media di tanah air yang tidak memberikan liputan dalam porsi yang besar. sehingga kasus ini tidak terekspose secara besar di masyarakat. apakah karena David etnis minoritas?atau karena sibuk meliput kampanye janji - janji palsu para partai beserta calon legislatifnya?


entahlah..

Rasanya sia-sia memiliki paspor Republik Indonesia
karena Hak Seorang warga negara seperti diperkosa

tanpa rasa aman ketika merantau
tanpa rasa memiliki terhadap sebuah penemuan anak bangsa
tanpa rasa nasionalis terhadap bangsa sendiri


Semoga Pemerintah memberikan sedikit
Perhatian terhadap kasus ini

bukan hanya substitusi kekuasaan di 2009.



We still waiting the Truth, Singaporean!

Tidak ada komentar: