Seperti biasa pada minggu pagi saya melaksanakan kewajiban
kewajiban sebagai umat beragama untuk beribadah
sejak pagi saya sudah mendapatkan 'distorsi' yang cukup mengganggu aktivitas
saat menjalankan kewajiban saya,
saya mendapatkan suatu pengalaman yang mencengangkan
dimana terjadi perubahan fungsi dalam tempat saya beribadah
bukan bangunannya tetapi salah satu sarana beribadah saya
mimbar, mungkin anda bisa mendefinisikan sendiri definisi dari kata ini
mimbar dalam satu rumah ibadah mempunyai fungsi
untuk menyampaikan kabar baik kepada umat
dan juga untuk memuji serta menyembah Sang Pencipta
tapi pada kesempatan itu saya melihat bahwa mimbar mendapatkan distorsi.
telah terjadi perubahan fungsi mimbar dalam ibadah tersebut
meski hal tersebut terjadi setelah proses pemberitaan kabar baik disampaikan.
mimbar menjadi ajang promosi satu album rohani seorang penyanyi
meski promosi tersebut dilakukan secara halus.....
saya berpikir, apakah mimbar yang begitu 'kudus' boleh dijadikan ajang promosi?
jika ya, bukan tidak mungkin di masa depan mimbar dapat dijadikan media baru untuk promosi bagi 'artis' rohani?
saya berkeyakinan masih ada tempat yang pantas untuk ajang promosi album 'artis' rohani tersebut.
sangat disayangkan jika mimbar dijadikan ajang komersialisasi album rohani
meski album tersebut bertujuan memuliakan nama Tuhan juga
pantaskah manusia mencuri kemuliaan Tuhan di atas mimbar?
atau gereja sudah mengalami degradasi intregritas?
memang materi sekarang penting, tapi apakah atas dasar hal tersebut kegiatan promosi tersebut diperkenankan di tempat yang tak semestinya?
semoga pemikiran saya ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua
umat yang percaya...
Selasa, 30 Juni 2009
Jumat, 12 Juni 2009
Ketika virginitas menjadi sumber daya yang mahal dan langka untuk ditemukan
Well, terbangun pada pukul 5 subuh dan tidak bisa tertidur kembali.
Sungguh tidur yang tidak menyenyakkan karena hanya tidur 'ayam'
Mungkin ini terjadi karena otak saya sebelum tertidur terpecah konsenstrasi nya
Karena suatu pesan singkat yang tiba-tiba membuat saya teringat tentang sebuah survei.
Ya, sebuah penelitian tentang perilaku seks pada mahasiswa di yogyakarta
Sebuah penelitian yang memberikan hasil bahwa 94% Mahasiswi di Yogyakarta
Sudah (maaf) tidak virgin lagi.
Jujur berita tentang survei tersebut saya lupa berasal darimana sumbernya
dan tahun survei tersebut entah dilaksanakan kapan
Bagaimana dengan Jakarta? Pusat segala kegiatan hedonis dan kenikmatan syahwat.
Saya bertanya-tanya bagaimana jika survei tersebut dilakukan di Jakarta?
Saya penasaran ingin mengetahui hasil dari penelitian tersebut
Berapa persen kah Mahasiswi atau siswi yang masih menjaga mahkotanya?
Atau sudah dibawah angka satu persen?
Saya melihat sekarang ini virginitas sudah menjadi komoditas!
bukan lagi sebagai 'barang bawaan' yang harus diberikan pada malam pertama
huhhh... sungguh suatu kemunduran di tengah kemajuan jaman
Para pelajar kita sudah teracuni oleh budaya barat yang buruk
seks bebas memang nikmat bagi para pelakunya dan memberikan efek candu
tapi saya ingin memberikan pandangan dari segi cinta (jika masih ada...)
Bagaimana perasaan pasangan anda yang benar2 tulus mencintai anda
mengetahui bahwa orang yang disayanginya tidak 'berharga' lagi?
Okay, banyak yang pria yang beranggapan virginitas bukan suatu masalah
tetapi bukankah sangat baik jika cinta dilengkapi dengan seks yang tepat pada waktunya?
Mungkin tulisan ini terlihat kolot atau konservatif
tapi saya ingin memberikan pandangan tentang viginitas
yang merupakan simbol kesetiaan kepada pasangan
Jangan sampai momen indah rusak karena pengakuan yang mengejutkan (shockinggg)
Karena banyak wanita diluar sana yang merasa bersalah telah melakukannya
ataupun berbohong tentang kegadisannya.....
tetapi saya harap anda bukan salah satunya =)
Sungguh tidur yang tidak menyenyakkan karena hanya tidur 'ayam'
Mungkin ini terjadi karena otak saya sebelum tertidur terpecah konsenstrasi nya
Karena suatu pesan singkat yang tiba-tiba membuat saya teringat tentang sebuah survei.
Ya, sebuah penelitian tentang perilaku seks pada mahasiswa di yogyakarta
Sebuah penelitian yang memberikan hasil bahwa 94% Mahasiswi di Yogyakarta
Sudah (maaf) tidak virgin lagi.
Jujur berita tentang survei tersebut saya lupa berasal darimana sumbernya
dan tahun survei tersebut entah dilaksanakan kapan
Bagaimana dengan Jakarta? Pusat segala kegiatan hedonis dan kenikmatan syahwat.
Saya bertanya-tanya bagaimana jika survei tersebut dilakukan di Jakarta?
Saya penasaran ingin mengetahui hasil dari penelitian tersebut
Berapa persen kah Mahasiswi atau siswi yang masih menjaga mahkotanya?
Atau sudah dibawah angka satu persen?
Saya melihat sekarang ini virginitas sudah menjadi komoditas!
bukan lagi sebagai 'barang bawaan' yang harus diberikan pada malam pertama
huhhh... sungguh suatu kemunduran di tengah kemajuan jaman
Para pelajar kita sudah teracuni oleh budaya barat yang buruk
seks bebas memang nikmat bagi para pelakunya dan memberikan efek candu
tapi saya ingin memberikan pandangan dari segi cinta (jika masih ada...)
Bagaimana perasaan pasangan anda yang benar2 tulus mencintai anda
mengetahui bahwa orang yang disayanginya tidak 'berharga' lagi?
Okay, banyak yang pria yang beranggapan virginitas bukan suatu masalah
tetapi bukankah sangat baik jika cinta dilengkapi dengan seks yang tepat pada waktunya?
Mungkin tulisan ini terlihat kolot atau konservatif
tapi saya ingin memberikan pandangan tentang viginitas
yang merupakan simbol kesetiaan kepada pasangan
Jangan sampai momen indah rusak karena pengakuan yang mengejutkan (shockinggg)
Karena banyak wanita diluar sana yang merasa bersalah telah melakukannya
ataupun berbohong tentang kegadisannya.....
tetapi saya harap anda bukan salah satunya =)
Langganan:
Komentar (Atom)

