Selasa, 30 Juni 2009

Distorsi Mimbar

Seperti biasa pada minggu pagi saya melaksanakan kewajiban
kewajiban sebagai umat beragama untuk beribadah
sejak pagi saya sudah mendapatkan 'distorsi' yang cukup mengganggu aktivitas

saat menjalankan kewajiban saya,
saya mendapatkan suatu pengalaman yang mencengangkan
dimana terjadi perubahan fungsi dalam tempat saya beribadah
bukan bangunannya tetapi salah satu sarana beribadah saya

mimbar, mungkin anda bisa mendefinisikan sendiri definisi dari kata ini
mimbar dalam satu rumah ibadah mempunyai fungsi
untuk menyampaikan kabar baik kepada umat
dan juga untuk memuji serta menyembah Sang Pencipta

tapi pada kesempatan itu saya melihat bahwa mimbar mendapatkan distorsi.
telah terjadi perubahan fungsi mimbar dalam ibadah tersebut
meski hal tersebut terjadi setelah proses pemberitaan kabar baik disampaikan.

mimbar menjadi ajang promosi satu album rohani seorang penyanyi
meski promosi tersebut dilakukan secara halus.....

saya berpikir, apakah mimbar yang begitu 'kudus' boleh dijadikan ajang promosi?
jika ya, bukan tidak mungkin di masa depan mimbar dapat dijadikan media baru untuk promosi bagi 'artis' rohani?

saya berkeyakinan masih ada tempat yang pantas untuk ajang promosi album 'artis' rohani tersebut.
sangat disayangkan jika mimbar dijadikan ajang komersialisasi album rohani
meski album tersebut bertujuan memuliakan nama Tuhan juga

pantaskah manusia mencuri kemuliaan Tuhan di atas mimbar?
atau gereja sudah mengalami degradasi intregritas?

memang materi sekarang penting, tapi apakah atas dasar hal tersebut kegiatan promosi tersebut diperkenankan di tempat yang tak semestinya?

semoga pemikiran saya ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua
umat yang percaya...

Tidak ada komentar: