Bank Indonesia adalah Bank sentral Indonesia yang berubah kedudukannya menjadi sebuah lembaga independen yang bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak lain setelah ditetapkan melalui undang-undang no.23 tahun 1999. (Sejak 17 Mei 1999)
Oleh saya,David.
Sekarang ini Bank Indonesia menjadi pusat perhatian bagi seluruh komponen masyarakat Indonesia khususnya para pelaku ekonomi dan bisnis terkait perihal pemilihan gubernurnya. sebelum pemilihan gubernur BI yang baru, Bank Indonesia menjadi sorotan terkait kasus aliran dana BI ke anggota dewan yang terhormat sebesar total 100 milyar rupiah.
Dana tersebut digunakan untuk mengatasi masalah bantuan likuiditas Bank Indonesia dan mengamandemen undang - undang perbankan. sebuah kenyataan yang mencengangkan dimana untuk membuat sebuah Undang-undang diperlukan 'biaya administrasi' yang sungguh besar. (Sudah menjadi rahasia umum juga jika di DPR semuanya menggunakan uang)
Kasus aliran dana BI terbongkar oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dipimpin oleh Anwar Nasution, setelah dilakukan audit keuangan di BI.
Sekilas tentang Anwar Nasution, beliau adalah mantan deputi gubernur BI. beliau diangkat menjadi deputi gubernur BI tahun 1999. banyak yang berpendapat pengungkapan kasus aliran dana BI ke DPR sarat dengan muatan politis. hal ini terkait dengan agenda pemilihan gubernur BI untuk periode 2008 - 2013.
Menurut saya pribadi, pengungkapan kasus ini erat kaitannya dengan agenda pemilihan gubernur BI, selain itu saya pernah melihat tayangan investigasi di salah satu TV swasta nasional yang mengatakan bahwa kasus ini penuh dengan konspirasi para pejabat tinggi yang mengorbankan Burhanuddin Abdullah, Gubernur BI sekarang. menurut hemat saya, Pejabat tinggi BPK terlibat dalam konspirasi tingkat tinggi ini. kasus ini terkait dengan perebutan kekuasaan di bank sentral yang merujuk pada pemilu tahun 2009 mendatang.
Ada beberapa hal yang janggal dalam kasus ini,dimana dalam proses pengambilan keputusan untuk mengeluarkan dana untuk bantuan hukum para pejabat BI ini, dilakukan disaat Anwar Nasution masih menjabat sebagai deputi gubernur! tetapi yang ditangkap hanya gubernur BI Burhanuddin Abdullah, Oey Hoy Tiong dan Rusli Simanjuntak.
penangkapan ketiga tersangka ini telah menjadi preseden buruk masyarakat terhadap KPK karena para anggota DPR yang menerima aliran dana tidak serta merta ditangkap juga. selain itu mantan deputi gubernur BI yang juga besan presiden SBY, Aulia Pohan hanya diperiksa saja oleh KPK. satu lagi sebuah kejanggalan yang ada dalam kasus ini. karena setiap pengambilan keputusan di BI harus dengan persetujuan Dewan gubernur BI, dimana para deputi gubernur tersebut termasuk di dalam dewan gubernur.
Kasus ini menggulingkan Burhanuddin Abdullah dari bursa calon gubernur BI untuk periode 2008-2013, dan membuat kondisi pasar ekonomi Indonesia dilanda kebimbangan. pasar menebak - nebak siapa yang akan menduduki pimpinan bank sentral Indonesia tersebut.
Seiring berjalan waktu, masa jabatan Burhanuddin abdullah akan habis akhir maret ini. tetapi calon gubernur BI yang baru belum ada, sebelumnya Presiden SBY telah mengajukan 2 calon untuk menduduki posisi Gubernur BI yakni Agus Martowardoyo yang merupakan direktur utama Bank Mandiri dan Raden Pardede yang merupakan wakil direktur Perusahaan Pengelola Aset (PPA).
tetapi kedua calon tersebut ditolak oleh komisi XI DPR dengan alasan yang tidak jelas. beberapa anggota DPR menilai kedua calon tersebut tidak kompeten untuk memimpin Bank sentral, karena mereka ahli ekonomi bukan ahli moneter yang mengerti kondisi moneter indonesia. (jujur saja saya tidak terlalu mengerti perbedaan kata antara ekonomi dan moneter, karena saya benci pelajaran ekonomi :P).
saya menilai penolakkan anggota DPR tersebut lebih ke arah politis. mungkin saja mereka ingin menaruh orang - orang partainya di Bank sentral. seperti yang saya katakan sebelumnya hal ini terkait dengan pemilu 2009. selain itu ada dikotomi antara calon dari internal dan eksternal BI. suara dari internal BI sendiri mengatakan mereka ingin Gubernur BI yang baru berasal dari lingkungan dalam BI itu sendiri. kalau saya menilai suara dari dalam BI ini dikarenakan career policy. mereka berharap bisa meraih jenjang karir yang berkelanjutan dan posisi manajerial yang lebih tinggi.
to be continued.. indonesianya bersambung...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar