Saya menduga ada deal politik antara Anwar Nasution dengan anggota DPR. saya yakin ada skenario bahwa ada kemungkinan Anwar Nasution sengaja 'bernyanyi' untuk mendapatkan kursi pimpinan di BI dan anggota DPR mendukung beliau untuk naik sebagai gubernur BI dalam fit and proper test sebagai imbalan para anggota DPR tidak ditangkap dalam skandal tersebut. (pertemuan segitiga.)
tapi nampaknya rencana tersebut tidak berjalan mulus, karena skandal ini ternyata melibatkan orang lingkaran istana dan untuk kesekian kalinya Anwar Nasution menolak terlibat dalam skandal ini.
saya yakin skandal BI ini akan dimatikan, karena banyak konflik kepentingan didalamnya. saya menduga ketiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam skandal ini sengaja dikorbankan untuk memberi kesan kasus ini serius ditangani.
Skandal Bank Indonesia secara langsung memberi kesan negatif terhadap perekonomian karena menunjukkan buruknya tata kelola perbankan yang dikelola oleh bank sentral Indonesia. yang akan menolong perbaikan citra dari bank sentral adalah pemilihan gubernur bank sentral yang baru, yang kompeten, kredibel, dan bukan titipan partai sehingga bisa menjaga independensi.tidak peduli dari internal ataupun eksternal yang akan menjadi gubernur nanti.
Sekarang ini pencalonan gubernur BI yang baru merupakan momen yang tepat untuk membersihkan bank sentral dari intervensi pihak - pihak yang tak berkepentingan. Saya berharap pengajuan nama bakal calon gubernur BI untuk yang kedua kalinya tidak ditolak lagi oleh anggota DPR dengan alasan yang tidak jelas. penolakkan anggota DPR akan menimbulkan sentimen negatif pasar yang bisa berakibat melemahnya nilai tukar rupiah.
sekarang ini nama menteri koordinator perekonomian Boediono dan menteri keuangan Sri Mulyani diisukan akan mengisi posisi gubernur bank sentral. menurut saya kedua calon ini akan lebih diterima oleh komisi XI DPR karena lebih kompeten dan kredibel. selain itu menurut hemat saya jika salah satu nama diatas menjadi gubernur BI maka terjadi kekosongan posisi di salah satu menteri tersebut.
ini bisa menjadi kesempatan bagi para partai pendukung SBY-JK untuk menambah kadernya di kabinet Indonesia bersatu. dengan bertambahnya kader partai di kabinet ini akan menguntungkan partai politik yang mendukung SBY-JK.
sementara itu calon gubernur BI dari internal yang terkuat adalah deputi senior Miranda S Goeltom. Selain nama - nama yang diatas masih ada beberapa nama yang diusulkan oleh anggota DPR dan para pengamat. nama - nama tersebut adalah anggota DPR Dradjat Wibowo dan Emir Moeis, serta Faisal Basri.
Pemilihan Gubernur Bank Sentral memang selalu menjadi isu yang sensitif dari pemerintahan ke pemerintahan. dulu sebelum Burhanuddin abdullah diangkat oleh Megawati menjadi gubernur BI, terjadi penolakkan juga baik dari internal maupun eksternal BI.
Pemilihan Gubernur BI selalu dikaitkan dengan isu politis padahal Bank Indonesia merupakan lembaga independen yang bertugas menjaga kestabilan nilai tukar rupiah yang merupakan kepentingan nasional yang lebih penting daripada sebuah perebutan kekuasaan. kestabilan nilai tukar rupiah mempengaruhi hajat hidup rakyat Indonesia, karena nilai tukar rupiah mempengaruhi nilai jual barang dan jasa.
tidak stabilnya nilai tukar rupiah akan mengakibatkan naiknya harga barang dan jasa yang berdampak pada daya beli masyarakat yang semakin merosot.
jadi pemilihan gubernur BI sebaiknya bebas dari segala konflik kepentingan. jadi jika presiden berniat membersihkan bank sentral dari orang - orang yang tidak kompeten sebaiknya niat tersebut didukung demi kemajuan dunia ekonomi dan perbankan Indonesia.
Sabtu, 29 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar