
Pertama - tama saya tidak akan mengkomentari tentang film ayat -ayat cinta yang fenomenal ini, karena saya tidak capable untuk mengkritisi sebuah film. saya hanya akan membagikan nilai - nilai yang saya dapat setelah saya menonton film tersebut.
Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini terbilang fenomenal untuk ukuran film Indonesia.Dimana baru kali ini saya melihat sebuah theatre di sebuah pusat perbelanjaan di jakarta yang memutar film ini 2 theatre sekaligus! sungguh sebuah fenomena yang luar biasa, biasanya film yang mendapat jatah 2 theatre sekaligus adalah film - film dari Hollywood.
okay, ayat - ayat cinta (aac) memberikan inspirasi yang terbilang bagus bagi para penontonnya (dimana novelnya juga menjadi best seller). film ini mencelikan saya dimana film ini menggambarkan kehidupan islam yang sesungguhnya dan seharusnya dijalankan oleh para pemeluknya (sorry No offense!). Seluruh agama sesungguhnya mengajarkan kedamaian bagi seluruh umat manusia.
saya salut kepada sutradara film ini karena bisa membawakan isu yang sangat sensitif dengan sangat smooth, terutama masalah perpindahan agama yang dianggap sangat tabu. realita - realita di masyarakat juga dibawakan dengan sangat ringan seperti pemberontakkan suami jika istri lebih dominan dalam status sosial dan materi.
Saya mendapatkan 'pencerahan' bahwa cinta itu tulus dan pengorbanan tanpa mengharapkan imbalan meskipun menyakitkan. sungguh hal yang kontradiktif dengan realita sekarang ini. ada adegan yang benar - benar membuat saya berdecak kagum, di saat aisah meminta fahri untuk menikahi maria meskipun di hati kecil nya aisah menolak hal tersebut. sungguh pengorbanan perasaan yang luar biasa! itulah cinta yang sesungguhnya.
Selain itu saya juga mendapatkan pengetahuan tentang poligami. dimana sebenarnya poligami itu susah dilakukan, karena bersikap adil itu susah. menurut pemikiran saya, seseorang diciptakan pasangan hidupnya hanya satu tidak lebih. jika ingin berpoligami harus dilakukan dengan tujuan menolong para janda - janda tua bukan menikah lagi dengan gadis perawan!
inti dari semua nilai yang saya dapat dari aac adalah cinta kasih. cinta kasih itu tulus tidak pamrih. sebuah hal yang sudah langka di dunia ini, harapan saya bagi yang sudah menonton bisa menyebarkan cinta kasih kepada sesama bukan hanya kepada pasangan. yang saya takutkan dari film ini adalah membesarnya keinginan para pria untuk berpoligami dengan alasan - alasan yang tidak masuk akal!
pesan saya bagi para sineas - sineas di indonesia yang saya yakini sangat kreatif, kiranya buatlah sebuah film yang bermutu, mendidik dan berguna bagi para penontonnya. bukan membuat film berdasarkan legenda - legenda hantu atau cerita roman picisan murahan yang dibungkus dengan trailer - trailer menarik untuk menipu calon penontonnya. Maju terus film Indonesia!


1 komentar:
film komersial pid! kebiasaan org2 indo jg. kalo lagi ngejamur, tumbuh dimana2. dimanfaatin tuh ama org2 karena novelnya best seller.
Posting Komentar