Rabu, 04 November 2009

Dagelan Negeri seberang

Well, mendengar pemberitaan hari-hari belakangan ini
sungguh pro-populis dan menyenangkan hati
kenapa? karena 'rahasia' publik yang selama ini
bersifat kabar burung terungkap juga

yeah, 'rahasia' bahwa hukum di negeri seberang bisa diatur
terungkap di uji materiil di mahkamah konstitusi negeri seberang
rekaman hasil sadapan sebuah komisi begitu gamblang
menggambarkan begitu mudahnya oknum-oknum
dikendalikan bak boneka dan menggadaikan integritas
demi setumpuk lembaran kertas 7 digit

Weleh!

Boneka-boneka yang dikendalikan memiliki pangkat tinggi
dan wewenang yang dimiliki pun bukan main!
mengutip salah satu media, wewenang satu perwira saja sudah membuat terkapar
apalagi dilakukan secara berjamaah?!

Sekali lagi saya heran,
berbuat dosa kok secara berjamaah??

Dari hasil rekaman bisa dilihat
bahwa tindak tanduk suatu komisi sudah membuat gerah
banyak pihak yang melakukan perbuatan tercela

sungguh heran, ternyata hukum bisa dibuat-buat
dan dirancang untuk 'membunuh' suatu komisi
yang bertujuan mulia untuk memberantas
tindak pidana korupsi yang sudah menggerogoti
sendi-sendi kehidupan warga negara seberang

Seberapa besar kekuatan di belakang
seorang pengusaha sehingga bisa mengatur boneka-boneka
untuk melaksanakan konspirasi tersebut?

Ataukah ada dalang yang lebih tinggi kekuasaannya yang mendukung
konspirasi untuk membunuh 'sang cicak' tapi tak terlihat??

Entahlah...

semoga sang cicak tetap bersih untuk membersihkan sampah di negeri seberang
karena sapu yang kotor tidak bisa membersihkan sampah yang kotor

Senin, 26 Oktober 2009

Mimpi Era 90-an

Well, kita flashback Era-90 an
Era dimana sepatu LA Gear atau Dogmart menjadi tren
Era dimana Lagu2nya Michael Learns to Rock jadi hits
Era dimana diskotik menjadi gaya hidup malam yang lagi in
dan ga lengkap ke diskotik ga 'pake' xtc

Masi inget jaman2nya si doel anak skolahan
itu sinetron ngegambarin dengan jelas, mimpi era 90-an
mimpinya keliatan gitu indahhhh (hahahahhaa)
sampe masi inget dialognya, 'Nya, akhirnya doel lulus juga'

yes, I talking about bachelor degree!
di taon 90-an dengan gelar sarjana semuanya terlihat bgitu mudah
dengan gelar sarjana, nampaknya idup bakal lebih baik
dengan gelar sarjana itu pula, para sarjana pasti dapet kerja!

humfh! di taon 90-an pula 'booming' sarjana ekonomi
correct me if I'm wrong, fellas!

back to the reality, skarang di taon 2009
apa yang bisa di dapet dengan gelar sarjana???
untuk dapet pekerjaan mesti sikut kanan sikut kiri
itu pun untuk jabatan sebagai staff atao entry level
kecuali sarjana uda punya pengalaman lebih dari 3 taon

well, buat apa si gelar sarjana?
untuk mengukur intelektualitas atau kecakapan seseorang?
transkrip nilai ga ngejamin kepinteran seseorang, fellas!
ijazah sd sampe s3 di negeri ini bisa dibeli

terus, gmana ngukur nya donk?
menurut gua si gampang, ajak ngobrol n amatin tingkah lakunya!
itu menurut gua yaa...

well, buat para mahasiswa dan mahasiswi
yang sedang berusaha menggenggam gelar sarjana
tingkatin terus skill yang lu bisa
jangan peduliin nilai, yang penting lu bisa keahlian
IP ga ngejamin masa depan

Salam Sukses! =P


*ekspresi kekesalan setelah lulus namun belum bekerja*

Kamis, 24 September 2009

Susah Jadi orang bener Jadi orang bener pasti susah

Yeah, susah jadi orang bener, Jadi orang bener pasti susah!

Kalo kita berusaha mau jadi orang bener
pasti banyak halangannya, jadinya susah jadi orang bener!
kalo uda jadi orang bener pasti ngalamin konflik intrapribadi
yaitu jadi orang bener pasti susah secara materi
secara dapetin materi secara ga bener
jauh lebih gampang daripada cara yang bener!

Kadang penulis suka mikir,
kenapa untuk ngelakuin hal yang bener begitu susah?
Apa semua manusia dilahirin cuma buat
ngelakuin hal yang mereka anggep bener?

Tau yaa..
Pertanyaan yang mungkin hanya Tuhan
yang bisa jawab dengan benar dan tepat

Kenapa waktu ada capres yang pengen negara kita berdikari,
kita tunduk sama kekuatan korporat 'tak terlihat'?

Kenapa kita semua ga bisa ngehargain waktu,
padahal tau waktu sangat berharga?

Kenapa.. kenapa.. kenapa..

kalo mau tulis kenapa mungkin ribuan kenapa yang bakalan ditulis disini.
penulis ga mau ngerubah yang baca tulisan ini
(selaen emang ga punya kekuatan buat ngerubah orang)
tetapi bisa memberikan sedikit bahan untuk koreksi
kalo bisa jadi pribadi yang lebih bae knapa ga?

dampaknya ga kasat mata, tapi bayangin kalo masing2
(ga usah penduduk indonesia)
penduduk jakarta ato penduduk komplek rumah
ngerubah sikap , perilaku, n pola pikirnya jadi lebih bae
bukannya indonesia/jakarta/komplek jadi jauh lebi maju?

Mau?

Selasa, 30 Juni 2009

Distorsi Mimbar

Seperti biasa pada minggu pagi saya melaksanakan kewajiban
kewajiban sebagai umat beragama untuk beribadah
sejak pagi saya sudah mendapatkan 'distorsi' yang cukup mengganggu aktivitas

saat menjalankan kewajiban saya,
saya mendapatkan suatu pengalaman yang mencengangkan
dimana terjadi perubahan fungsi dalam tempat saya beribadah
bukan bangunannya tetapi salah satu sarana beribadah saya

mimbar, mungkin anda bisa mendefinisikan sendiri definisi dari kata ini
mimbar dalam satu rumah ibadah mempunyai fungsi
untuk menyampaikan kabar baik kepada umat
dan juga untuk memuji serta menyembah Sang Pencipta

tapi pada kesempatan itu saya melihat bahwa mimbar mendapatkan distorsi.
telah terjadi perubahan fungsi mimbar dalam ibadah tersebut
meski hal tersebut terjadi setelah proses pemberitaan kabar baik disampaikan.

mimbar menjadi ajang promosi satu album rohani seorang penyanyi
meski promosi tersebut dilakukan secara halus.....

saya berpikir, apakah mimbar yang begitu 'kudus' boleh dijadikan ajang promosi?
jika ya, bukan tidak mungkin di masa depan mimbar dapat dijadikan media baru untuk promosi bagi 'artis' rohani?

saya berkeyakinan masih ada tempat yang pantas untuk ajang promosi album 'artis' rohani tersebut.
sangat disayangkan jika mimbar dijadikan ajang komersialisasi album rohani
meski album tersebut bertujuan memuliakan nama Tuhan juga

pantaskah manusia mencuri kemuliaan Tuhan di atas mimbar?
atau gereja sudah mengalami degradasi intregritas?

memang materi sekarang penting, tapi apakah atas dasar hal tersebut kegiatan promosi tersebut diperkenankan di tempat yang tak semestinya?

semoga pemikiran saya ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua
umat yang percaya...

Jumat, 12 Juni 2009

Ketika virginitas menjadi sumber daya yang mahal dan langka untuk ditemukan

Well, terbangun pada pukul 5 subuh dan tidak bisa tertidur kembali.
Sungguh tidur yang tidak menyenyakkan karena hanya tidur 'ayam'
Mungkin ini terjadi karena otak saya sebelum tertidur terpecah konsenstrasi nya
Karena suatu pesan singkat yang tiba-tiba membuat saya teringat tentang sebuah survei.

Ya, sebuah penelitian tentang perilaku seks pada mahasiswa di yogyakarta
Sebuah penelitian yang memberikan hasil bahwa 94% Mahasiswi di Yogyakarta
Sudah (maaf) tidak virgin lagi.

Jujur berita tentang survei tersebut saya lupa berasal darimana sumbernya
dan tahun survei tersebut entah dilaksanakan kapan

Bagaimana dengan Jakarta? Pusat segala kegiatan hedonis dan kenikmatan syahwat.
Saya bertanya-tanya bagaimana jika survei tersebut dilakukan di Jakarta?
Saya penasaran ingin mengetahui hasil dari penelitian tersebut
Berapa persen kah Mahasiswi atau siswi yang masih menjaga mahkotanya?

Atau sudah dibawah angka satu persen?

Saya melihat sekarang ini virginitas sudah menjadi komoditas!
bukan lagi sebagai 'barang bawaan' yang harus diberikan pada malam pertama
huhhh... sungguh suatu kemunduran di tengah kemajuan jaman

Para pelajar kita sudah teracuni oleh budaya barat yang buruk
seks bebas memang nikmat bagi para pelakunya dan memberikan efek candu
tapi saya ingin memberikan pandangan dari segi cinta (jika masih ada...)

Bagaimana perasaan pasangan anda yang benar2 tulus mencintai anda
mengetahui bahwa orang yang disayanginya tidak 'berharga' lagi?
Okay, banyak yang pria yang beranggapan virginitas bukan suatu masalah
tetapi bukankah sangat baik jika cinta dilengkapi dengan seks yang tepat pada waktunya?

Mungkin tulisan ini terlihat kolot atau konservatif
tapi saya ingin memberikan pandangan tentang viginitas
yang merupakan simbol kesetiaan kepada pasangan

Jangan sampai momen indah rusak karena pengakuan yang mengejutkan (shockinggg)
Karena banyak wanita diluar sana yang merasa bersalah telah melakukannya
ataupun berbohong tentang kegadisannya.....
tetapi saya harap anda bukan salah satunya =)

Kamis, 19 Maret 2009

Ketika Hak Warga Negara Diperkosa

Beberapa Hari yang lalu saya mengikuti acara talkshow yang diadakan oleh salah satu lembaga Public Relations di Jakarta. dalam acara itu dibahas peranan media dalam membentuk citra positif Indonesia di dunia internasional.

Sejujurnya saya kesana untuk mengikuti perkembangan kasus David Hartanto Wijaya. Pemuda sebaya saya yang meninggal secara tidak wajar dan (menurut saya) nama baiknya dicemarkan sangat cemar oleh media - media singapore!


Dalam acara tersebut hadir pihak keluarga David Hartanto Wijaya. Saya sangat tertarik dengan kelanjutan kasus David ini. dalam acara tersebut saya mendapat sekali fakta - fakta baru seputar kematian David.


Saya semakin yakin dengan adanya 'state conspiracy' untuk mencuci nama NTU setelah kejadian ini.


satu hal yang saya sayangkan adalah.....

Kemana Pemerintah Indonesia dalam hal ini Departemen Luar Negeri????
Ketika ada peristiwa yang menyebabkan hilangnya nyawa Warga Negaranya dengan cara yang tidak wajar!
(apalagi pahlawan Bangsa, David pernah mewakili Indonesia dalam Olimpiade Matematika di Mexico)

Pihak KBRI pun hanya berkomentar : kita tidak bisa ikut campur dengan proses yang sedang berlangsung. kita tunggu saja hasil visumnya!

Gilaaaaaaaaaaaaaa..... Begitu murah kah nyawa WARGA NEGARA INDONESIA di luar negeri sana??!!!!

Peristiwa Hilang nya nyawa WNI (terutama TKI) di luar negeri secara tidak wajar sudah terjadi beberapa kali, tetapi pemerintah tidak melakukan tindakan preventif agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi.


Dalam Hal ini saya juga menyayangkan Media-media di tanah air yang tidak memberikan liputan dalam porsi yang besar. sehingga kasus ini tidak terekspose secara besar di masyarakat. apakah karena David etnis minoritas?atau karena sibuk meliput kampanye janji - janji palsu para partai beserta calon legislatifnya?


entahlah..

Rasanya sia-sia memiliki paspor Republik Indonesia
karena Hak Seorang warga negara seperti diperkosa

tanpa rasa aman ketika merantau
tanpa rasa memiliki terhadap sebuah penemuan anak bangsa
tanpa rasa nasionalis terhadap bangsa sendiri


Semoga Pemerintah memberikan sedikit
Perhatian terhadap kasus ini

bukan hanya substitusi kekuasaan di 2009.



We still waiting the Truth, Singaporean!